
Kalau kita ngomongin soal gelandang elegan yang punya visi luar biasa di lapangan, nama Ivan Rakitic pasti masuk ke dalam daftar. Pemain asal Kroasia ini dikenal sebagai sosok yang mampu mengatur tempo permainan, membangun serangan, sampai memberikan umpan akurat yang bikin lawan sering kelabakan. Perjalanan kariernya panjang dan penuh warna, mulai dari liga Swiss, Bundesliga Jerman, La Liga Spanyol, hingga kembali ke tanah kelahirannya. Gaya mainnya selalu memikat penonton, apalagi dengan kepribadiannya yang rendah hati.
Awal Kehidupan Ivan Rakitic
Ivan Rakitic lahir di Möhlin, Swiss, pada 10 Maret 1988. Walaupun lahir di Swiss, darah Kroasia mengalir kental di tubuhnya karena kedua orang tuanya berasal dari Kroasia. Dari kecil, Rakitic sudah jatuh cinta dengan sepak bola. Ia menghabiskan masa kecilnya dengan bermain di lapangan kecil dekat rumah, dan bakatnya langsung terlihat. Tidak heran kalau kemudian dia masuk ke akademi FC Basel, salah satu klub besar di Swiss.
Di Basel inilah bibit-bibit emas Rakitic mulai terlihat. Ia bukan hanya pemain muda yang disiplin, tapi juga punya teknik tinggi dan visi yang berbeda dibandingkan pemain sebayanya. Kemampuan kontrol bola dan passing presisi membuatnya cepat dilirik oleh klub-klub besar Eropa.
Baca Juga: Raffi Ahmad: Karier & Kekayaan
Perjalanan di FC Basel
Saat membela FC Basel, Ivan Rakitic menunjukkan performa gemilang. Debutnya di tim utama langsung menarik perhatian publik Swiss. Dalam waktu singkat, dia jadi salah satu pemain andalan. Dengan umur yang masih sangat muda, Rakitic udah berani ambil peran penting di lini tengah. Di sini, dia belajar banyak soal disiplin dan mental juara.
Tak butuh waktu lama, tawaran dari luar negeri pun datang. Klub Bundesliga Jerman, Schalke 04, tertarik mendatangkannya. Bagi Rakitic, pindah ke Jerman adalah langkah besar untuk mengembangkan karier sekaligus menguji kemampuan di level yang lebih tinggi.
Baca Juga: Tinggi Badan dan Umur Syifa Hadju Saat Ini
Petualangan di Schalke 04
Di Schalke, Ivan Rakitic makin dikenal sebagai gelandang berbakat. Ia membela klub tersebut dari 2007 hingga 2011. Bersama Schalke, dia tumbuh jadi pemain yang matang. Penampilannya di Bundesliga membuat namanya semakin harum. Banyak yang mulai membandingkan gaya mainnya dengan gelandang top Eropa lainnya.
Salah satu momen berkesan adalah ketika dia membantu Schalke bersaing di papan atas Bundesliga. Umpan-umpannya yang jitu dan tendangan jarak jauhnya yang mematikan bikin lawan selalu waspada. Dari sini, Rakitic jadi sorotan dan menarik minat klub besar Spanyol.
Baca Juga: Sheila Dara, Aktris Muda Penuh Talenta
Pindah ke Sevilla
Tahun 2011 jadi titik balik besar dalam karier Ivan Rakitic. Ia resmi bergabung dengan Sevilla, klub La Liga yang terkenal sering mencetak bintang. Di Sevilla, Rakitic benar-benar menemukan panggung yang pas buat kemampuannya. Dia jadi motor penggerak di lini tengah, bahkan sempat dipercaya menjadi kapten tim.
Selama di Sevilla, ia meraih kesuksesan besar. Gelar Liga Europa musim 2013/2014 jadi pencapaian manis. Rakitic tampil gemilang, mengatur alur permainan dengan elegan. Fans Sevilla jatuh hati karena kecerdasannya di lapangan dan loyalitasnya terhadap tim.
Kesuksesan di Barcelona
Performa luar biasa di Sevilla bikin Barcelona kepincut. Pada 2014, Ivan Rakitic resmi berseragam Blaugrana. Kehadirannya di Camp Nou jadi angin segar karena ia langsung klop dengan gaya tiki-taka khas Barca. Rakitic bukan hanya sekadar pemain pendamping, tapi justru jadi salah satu kunci sukses klub.
Musim debutnya bersama Barcelona langsung penuh trofi. Ia membantu tim meraih treble winner: La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions. Golnya di final Liga Champions 2015 melawan Juventus jadi bukti nyata betapa pentingnya peran Rakitic. Dari situ, namanya makin harum dan dihormati sebagai gelandang top dunia.
Peran Rakitic di Barcelona
Di Barcelona, Ivan Rakitic dikenal sebagai pemain serba bisa. Dia bisa bermain sebagai gelandang bertahan maupun gelandang serang. Fleksibilitas ini bikin pelatih seperti Luis Enrique sangat mengandalkannya. Rakitic juga punya daya jelajah tinggi, rajin membantu bertahan, sekaligus jago membuka ruang saat menyerang.
Selain itu, hubungan baiknya dengan bintang-bintang Barca seperti Lionel Messi, Andres Iniesta, dan Sergio Busquets membuatnya semakin nyaman. Rakitic jadi sosok yang menyeimbangkan tim, bukan pemain yang suka mencari sorotan, tapi kontribusinya terasa di setiap pertandingan.
Baca Juga: Iris Wullur: Sinetron, Keluarga, dan Media Sosial
Kembali ke Sevilla
Setelah enam tahun penuh prestasi bersama Barcelona, Ivan Rakitic akhirnya kembali ke Sevilla pada 2020. Meski usianya sudah tidak muda, kualitasnya tetap terjaga. Fans Sevilla menyambut kepulangannya dengan penuh cinta, karena mereka tahu betapa besar pengaruh Rakitic di masa lalu.
Di periode keduanya bersama Sevilla, ia tetap jadi andalan. Pengalaman panjang yang dimilikinya membuat tim lebih solid, terutama di kompetisi Eropa. Rakitic juga jadi mentor bagi pemain muda, menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya soal skill, tapi juga soal mental dan dedikasi.
Kiprah di Tim Nasional Kroasia
Selain karier klub, Ivan Rakitic juga punya perjalanan luar biasa bersama tim nasional Kroasia. Ia adalah bagian dari generasi emas Kroasia yang membawa negara kecil itu melaju ke final Piala Dunia 2018. Bersama Luka Modric, Rakitic membentuk duet gelandang yang luar biasa di lini tengah.
Di Piala Dunia 2018, Rakitic tampil sebagai salah satu pahlawan Kroasia. Ketangguhannya dalam mengontrol permainan, plus keberaniannya saat adu penalti melawan Denmark dan Rusia, jadi kunci keberhasilan Kroasia mencapai final. Meski kalah dari Prancis di laga puncak, perjalanan itu tetap tercatat sebagai sejarah terbesar sepak bola Kroasia.
Gaya Bermain Ivan Rakitic
Kalau bicara soal gaya bermain, Ivan Rakitic dikenal sebagai gelandang dengan teknik tinggi. Passing akurat, visi tajam, serta kemampuan membaca permainan membuatnya istimewa. Ia juga piawai dalam mengambil tendangan bebas dan punya tendangan jarak jauh yang sering jadi gol indah.
Selain itu, Rakitic bukan tipe pemain egois. Dia selalu memprioritaskan tim di atas segalanya. Inilah yang membuatnya dihormati oleh rekan setim dan dicintai fans. Meski tidak selalu jadi sorotan media, kontribusinya di lapangan sering menentukan hasil akhir pertandingan.
Kehidupan di Luar Lapangan
Di luar lapangan, Ivan Rakitic dikenal sebagai pribadi yang rendah hati dan penuh dedikasi untuk keluarga. Ia menikah dengan Raquel Mauri, seorang wanita asal Spanyol, dan mereka dikaruniai anak. Kehidupan pribadinya yang tenang membuatnya selalu fokus ketika bermain.
Rakitic juga sering terlibat dalam kegiatan sosial. Ia paham betul bahwa popularitas sebagai pesepakbola bisa digunakan untuk hal-hal positif. Dukungan terhadap kegiatan amal dan kepedulian pada sesama membuat namanya semakin dihormati, tidak hanya sebagai pemain, tapi juga sebagai manusia.
Warisan Ivan Rakitic di Dunia Sepak Bola
Sepanjang kariernya, Ivan Rakitic meninggalkan banyak kenangan indah. Dari FC Basel, Schalke 04, Sevilla, hingga Barcelona, ia selalu jadi pemain yang konsisten. Di tim nasional Kroasia, kontribusinya begitu besar hingga membawa negaranya mencetak sejarah di Piala Dunia.
Fans sepak bola akan selalu mengenang Rakitic sebagai maestro lini tengah yang bermain dengan hati. Permainannya bukan sekadar menghibur, tapi juga mengajarkan bahwa kerja keras, dedikasi, dan kerendahan hati adalah kunci kesuksesan